Kamis, 26 November 2009

MY POEM

DISAAT

Disaat senja mulai bersemayam di indahnya langit
Disaat nyanyian cintamu berderu di jauh isi hatiku
Disaat bulatnya purnama mulai terkikis dengan hitungan fase-fase
Disaat tumpuan hati mulai rapuh karena hancurnya rasa yang berbelit pengorbanan

Disaat roda dunia mulai berjalan tak berarah
Disaat darahku habis membanjiri hari-hariku yang parau
Disaat air mataku sudah tak berkapasitas penuh akan cintamu
Disaat sinar asamu mulai tertutup oleh pancaran mata berbintang yang lainnya

Disaat kau menjauhkan tanganmu dari kemelut masalah yang merona
Disaat cinta lain menghantam cinta yang bertahan melawan kesedihan hatiku
Disaat mendungnya langit berujung kesedihan hatiku
Disaat air mata yang tak bisa terbendung dan tertahan rapat akan penghianatan rasa

Disaat ku bercermin dan yang kulihat sisi kesengsaraan bukan kebahagiaan
Disaat sosoknya mulai pudar dan samar terlihat di mata hatiku
Disaat ku mulai bertanya akan senja,nyanyian,purnama,tumpuan,roda dunia,air mata,sinar asamu yang tak pernah ku pahami

Disaat ku ingin berharap dan dapat terlepas dari cinta yang kuanggap abadi dan setia
Disaat ku menyesali akan hilangnya komunikasi antara hati kita berdua
Disaat selintas kata menghujat jiwaku untuk menyalahkanmu bukan keadaan
Disaat rasa sesal mulai melebihi rasa bahagia
Disaat teringat perbuatannya yang tak punya hati ketika tak menghiraukan keadaanku

Disaat keonaran mulai menggalaukan hati dan jiwaku untuk membencimu selamanya
Disaat tanya-tanya mulai berbaris mengantri
Disaat ku mulai tersenyum karena telah ku jelajahi satu persatu kepingan kenangan yang tak pernah bersatu kembali
Dan disaat ku mulai berpikir bahwa diriku tak pernah berhenti mamikirkan semua...

Tentangmu,..
yang selama ini sulit tuk dihindari oleh insting rasa cintaku

Tidak ada komentar:

Posting Komentar