ONE REASON
Rasanya tak ingin ku melupakannya
Rasanya tak ingin ku berpaling dari wajah tersenyumnya
Apa hanya rasa sesaat
Apa hanya rasa sepihak
Inilah kasih tak tersampai yang butuh kesabaran tak terduga waktu
Aku akan terus menunggu kasih yang akhirnya tersampai di hati ini
Aku akan tetap menjaga kesabaran tak tercapai waktu
Lalalala...
Lililili...
Kunyanyikan ungkapan kesenangan dari sebuah kesabaran rasa ini
Jreng...
Jreng...
Kualunkan musik dari paradigma diriku saat berbaur dengan sebuah alat musik yang bernada symphony
Akankah ku masih percaya akan roman-roman kebohongan tentang cinta sejati
Akankah ku mulai bermunajat di atas kesedihan cintaku
Pernah ku mencoba tuk merakyat akan kecewanya perasaan ini
Namun ku mementingkan ego dari dalamnya cinta yang mustahil berujung
Ku relakan pandangan mata yang terpancar berpindah arah
Tapi tolong...
Aku hanya meminta sebuah alasan,bukan sejumput ataupun berjuta
Hanya satu alasan...
Mengapa kau tak mau berbaur sapa dan bertegur pandangan denganku
yang sesungguhnya ku selalu menunggu
Menunggu akhirnya kau berbaring lembut di untaian serta hamparan cintaku
Tidak ada komentar:
Posting Komentar