Rabu, 02 Desember 2009

MY POEM

Ku berlari melewati tikungan menuju gunung …
I am run through a bend in the road go in the mountain
Memandang pohon _ pohon yang berdiri tegak …
A looked the trees a stand upright
Bunga _ bunga yang berguguran …
The flowers a falled
Di saat sore menyapaku …
In moment evening my greeting
Kabut tebal perlahan menutupi mataku …
The mist slowly provide a cover for my eyes
Sehingga aku tak bisa melihat …
Until am not can seeing
Mendengar …,
Hearing
Dan merasakan dengan pasti …
And feelin with definite
Ku berlari sendiri , Melintasi gunung …
I am run owned , rush past a mountain
Memang …
yes
Yang kulihat hanya pepohonan yang berdiri dengan
Am seeing however reforestation a stand with
kokohnya , Dan bunga yang berguguran …
upraight , and flower a fall

Namun …,
Yet …
Disana ada engkau yang selalu tersirat di hatiku …
There is you , is always knotted in my heart
Sesampainya aku disana …
There am Extend far enough
Wangi rerumputan membelenggu jiwaku …
Fragrant grasses handcuffy my soul
Tanpa berpikir , Aku langsung mencoba membaringkan
Without think , am straight make an attempt take a bearing.
tubuhku di atas rerumputan …
my body on grasses
Aku mencoba membayangi dirimu yang sudah terselam ke
I make an attempt imagination already dive in
dasar hatiku …
my heart foundation
Inikah kasih sejati ?
This is affection genuine ?
Tak peduli harus seperti apa ? Dan bagaimana dirimu …
Not what pay attention must as ? and how your self
Tak peduli 1000 tahun aku menunggumu …
Not pay attention 1000 years am wait for you
Dan sampai seperti apa rupamu …
And what pay attention must as your face
Biarkan dirimu berada dalam pelukanku …
So that your self be within my embrace

Tidak ada komentar:

Posting Komentar