Mimpi yang tak pernah bertengok wajah dengan malamku
Sekarang berubah menjadi angan yang terbang bersama angin
Yang semakin berdesir di sekujur sekitar ruang kamarku
Terdengar bisikan yang menyapa “Meraung-raunglah hei kau manusia yang diliputi rasa cinta akan cinta yang telah membunuh rasamu.Berterima kasihlah kepadaku karena mimpi indahmu kini tak akan pernah kau dapati” ucap setan malam.
Teringat akan perginya sang kekasih hati dan bisunya hati ini saat dia melangkah pergi
Menangisnya kenangan-kenangan indah akan perginya sang pemain cinta
Kisruhnya hati ini karena gelisah akan kabar burung yang akan dating
Ketertimpangan rasa yang bercampur rindunya hati ini
Ingin ku memeluknya kembali
Dicium kening olehnya kembali dan berpegan tangan yang erat kembali
Duduk tentram di bawah naungan sang dewi bulan nun sempurna
Dan mulai berpadu kasih saying bersamanya kembali
Tak terasa kini dewi malam bergelut dengan setan malam yang terselubung dalam egoisnya harapku ini.
Terdengar lagi bisikan “kau harus tetap menjaga cinta yang kokoh itu.Kau harus tetap menyayangi cintamu,mengasihi cintamu dengan air mata pengorbananmu itu.Ingat ketika kau menatapku dengan senyuman,dan saat ketika kau bersamanya” kini sang dewi berujar
Namun tetap saja rasa-rasanya semua tak akan semudah memetik bunga
Tak semudah membuang air dengan percuma
Dan tak semudah menggayungi air di sumur
Kalau-kalau diriku bernasib baik
Semua mimpi-mimpi indah itu akan selalu menemani malamku
Selamanya membuatku tersenyum ketika melihat sang dewi purnama muncul
Dan selamanya bermimpi indah dengan bersandang nyata
Kalau-kalau bernasib buruk
Semuanya akan menjadi mimpi buruk di tiap malamku
Seakan semua mimpi itu terus menerus tak akan menjadi nyata
Dan selamanya berteman dengan setan malam yang tertawa
ARIF ROHMAN - SOCIAL WORKER INDONESIA: MASYARAKAT: STRUKTUR SOSIAL
15 tahun yang lalu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar