Indah senyumnya selalu merasuk dalam anganku,khayalku,dan mimpiku
Sinar wajahnya seakan berkata kaulah yang tercinta
Namun bukan seperti itu,termaksud dalam ungkap titahnya
Sesaat ucapnya melengos “selalu”
Bahkan ‘selamanya”
Hingga tak ada cinta tanpa mempunyai niat memiliki seutuhnya
Kebutuhan hati dalam tingkatan primer
Memaksa cinta menduduki tingkat pertama dalam hidupku
Dan terasa amat nyata ketika ku mulai merangkai sapanya
Yang selalu menemaniku kala niat membutuhkan muncul
Suatu ketika ku bergurau jikalau cinta ku itu sekokoh gunung
Dan bertanya “apakah cintamu melebihi kokohnya gunung yang kumiliki in?”
Terjawab sudah ketika senyumnya mulai hilang
Bersama terbangnya bayang abadinya berikut abu yang suci
Dan kita yang bahagia dalam cinta
Cinta dan kita yang selalu fana
Fana akan segala rasa yang terungkap
Terungkapnya janji-janjidi bawah relung cahaya kebahagiaan
Seiring dengan alur perasaan yang diinginkan
Senada dengan angin yang membawa jauh janji-janji itu
Sejalan dengan berjalannya waktu
Dan seperjuangan dalam menjaga cinta berliput mimpi
Hinakah aku saat bertanya kuatkah cintanya?
Saat yang kulihat terjawab dengan hamparan tanah persegi panjang
Dengan wewangian bunga yang berseliweran
Dan sebuah batu persegi beraksara namamu
Dan yang kucinta selalu ada dihadapanku
Memang ada didepanku
Dalam wujudnya yang tak sempurnanya itu
Terkadang dia datang menghadiahkan nyanyian cintanya untukku
Dan sebuah nasehat akan menyuruhku untuk selalu menjaga rasa itu selamanya
Hingga suatu saat kita bertemu di tempat yang benar-benar maha sempurna dalam memadu kasih
Di singgasana surga dan permadani akhirat nun kekal abadi
ARIF ROHMAN - SOCIAL WORKER INDONESIA: MASYARAKAT: STRUKTUR SOSIAL
15 tahun yang lalu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar