Ingin sekali ku bercerita
Tentang hidup berongga senang dan pedih
Dengan titik terang merangkul mimpiku…
Menyambung doaku dan menatapi langkahku
Seorang pria yang seindah bulan purnama
Pernah menjadi belahan hatiku
Belukar sering kita lalui saat bersama
Rasa pahit dan masam mewarnai hari_hari ku dan dia
Rasa manis dan hangat menghembuskan cinta mati
Dia selalu memakai topeng ketika tersenyum
Dia selalu tersenyum ketika membuat puisi
Dia selalu membuat puisi ketika …
Ada seseorang di samping menemaninya
Ketika sikap yang lembut terasa
Kita saling mengerti dan bahagia
Sambil tersenyum kita saling bertanya
“siapakah orang yang kau suka?sesungguhnya aku mengetahui orang yang kau suka”
Dengan tatapan mengarah ke masa depan
Dengan pemikiran nantinya bagaimana
Dengan ucap kata sekuat gemerlapnya warna_warni pelangi
Hingga suatu ketika sebuah hingga berbuah
Fitnah telontar ibarat menghancurkan tawa
Gunjang hingga gunjing menyertai kisah kita
Alhasil …
Aku dan dia sudah tak seperti bunga dan kumbang
Bulan dan bintang
Malam dan sinarnya
Suatu perihal teringat ketika karma menjawab tegas
Sebelumnya aku pernah menyakiti laki_laki yang pernah sangat mencintaiku
Rasa dendam dan amarah terasa ketika ku ucap salam
Saat ini aku ingin banyak mampelajari arti hidup
Berikut arti dirimu
Yang sampai saat kusimpan dalam_dalam di hati
Dimana hanya aku dan yang kuasa mengetahui
Seberapa besar pengorbanan , cinta , yang kulakukan untuk dia
ARIF ROHMAN - SOCIAL WORKER INDONESIA: MASYARAKAT: STRUKTUR SOSIAL
15 tahun yang lalu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar