Rabu, 09 Desember 2009
MY POEM
Sinar wajahnya seakan berkata kaulah yang tercinta
Namun bukan seperti itu,termaksud dalam ungkap titahnya
Sesaat ucapnya melengos “selalu”
Bahkan ‘selamanya”
Hingga tak ada cinta tanpa mempunyai niat memiliki seutuhnya
Kebutuhan hati dalam tingkatan primer
Memaksa cinta menduduki tingkat pertama dalam hidupku
Dan terasa amat nyata ketika ku mulai merangkai sapanya
Yang selalu menemaniku kala niat membutuhkan muncul
Suatu ketika ku bergurau jikalau cinta ku itu sekokoh gunung
Dan bertanya “apakah cintamu melebihi kokohnya gunung yang kumiliki in?”
Terjawab sudah ketika senyumnya mulai hilang
Bersama terbangnya bayang abadinya berikut abu yang suci
Dan kita yang bahagia dalam cinta
Cinta dan kita yang selalu fana
Fana akan segala rasa yang terungkap
Terungkapnya janji-janjidi bawah relung cahaya kebahagiaan
Seiring dengan alur perasaan yang diinginkan
Senada dengan angin yang membawa jauh janji-janji itu
Sejalan dengan berjalannya waktu
Dan seperjuangan dalam menjaga cinta berliput mimpi
Hinakah aku saat bertanya kuatkah cintanya?
Saat yang kulihat terjawab dengan hamparan tanah persegi panjang
Dengan wewangian bunga yang berseliweran
Dan sebuah batu persegi beraksara namamu
Dan yang kucinta selalu ada dihadapanku
Memang ada didepanku
Dalam wujudnya yang tak sempurnanya itu
Terkadang dia datang menghadiahkan nyanyian cintanya untukku
Dan sebuah nasehat akan menyuruhku untuk selalu menjaga rasa itu selamanya
Hingga suatu saat kita bertemu di tempat yang benar-benar maha sempurna dalam memadu kasih
Di singgasana surga dan permadani akhirat nun kekal abadi
MY POEM
Yang selalu memikirkan dirinya
Yang jelas-jelas sudah tersabotase dengan cinta baru
Telah lama ku menyimpan,menyimpan,dan menyimpan
Memendam,memendam,dan memendam
Rasa cinta yang masih dan selalu dan selamanya
Tersusun rapi dan pekat di lubuk hatiku
Rasa ketertarikan ini sudah lama memeras kesabaranku
Amat ingin ku menghampirinya
Sangat sekali ku ingin membuatnya menoleh lagi
Namun ku sudah tak punya cara-cara jitu yang membuat dia seutuhnya mencintai tulusku
Sudah tak akan ada lagi jenis spesies seperti dirinya
Aku tahu itu!!
Karena dirinya hanyalah satu dari kekasih hatiku di dunia
Bukan sang kekasih diriku…
kini hati ini mulai merasa ingin mengorbankan segalanya untuk seseorang lagi
dan lagi-lagi kekasih hatiku…
bukan kekasih diriku
MY POEM
Dengan hanya melihat jawaban atas hasil di akhir cerita hidupku
Semua yang terbilang indah mulai menggelantungi rasa pahit di tiap ku menghela nafas
Hujan mulai menetesi wajahku yang menyamarkan hembusan air mata yang mulai berjatuhan
Yang mulai turun dari perasaan yang kesekian kali meluap-luap seperti luapan kemarahan gunung berapi
Diriku yang berpikir bahwa sebenarnya kita memotong sejarah kehidupan nanti
Hanya dengan sekedar tak mencintai siapapun
Tak ingin menghargai siapapun
Tak ingin menolong siapapun
Tak ingin memandang keadaan siapapun
Entah sejak kapan ku memulai tuk menutup rapat mataku juga hatiku
Terhadap ketiadagunaan sikap dan tindak baik diriku
Terhadap semua yang telah kuberikan dengan genggaman tangan yang terkepal tulus
Karena semua yang kuperlihatkan,yang telah kuharuskan,dan yang kukorbankan
Karena memang tak ada orang perorangan yang melirik langkah hidupku
Karena semua tak menghormati jalan yang ingin kutempuh dan menyupport
Karena memang sosokku yang tak pernah dilihat kedua mata maupun satu mata dan mata tertutup
Semua menganggap segala tentangku salah
Dari mulai pendapatku,masalah yang sedang kutangisi,cara hidupku,segala yang kupahami,prinsip-prinsipku,hingga sifatku yang memang begini adanya
Semua menilaiku sebuah kesalahan yang berukuran tak kecil
Membuatku merasa terkucilkan bahkan seperti membunuh rasa percaya diri yang telah lama kubangun
MY POEM
Tak akan ada sebuah tanya lagi akan perubahanmu
Mimpi-mimpi yang kubiarkan berdengung
Berikut janji-janji yang kubiarkan beralasan
Dengan tema cinta dan penghianatan
Dengan latar cinta dan kepedihan
Dengan pemeran cinta dan pengorbanan
Serta dengan judul cinta matiku
Entah apakah cintaku cinta mati atau bukan
Tapi satu hal yang pasti aku selalu membencimu
Meski rasa cinta sudah memberontak keluar dari selah-selah rasa simpati
Bagai tinta merah ini menjadi tanya-tanyamu
Dan akan ku persembahkan jawaban-jawaban itu
Bahwasanya aku berbohong dan berasa munafik kalau aku mengatakan
Aku membencimu diliputi rasa ingin membunuhmu
Aku tak pernah mencintaimu beserta rasa mendengki
Aku tak pernah menyayangimu meski ku tahu!!
Wajah ini terlihat lebih menyakitkan jika kau ingin lebih menelusurinya
Jauh di dalam hatiku ini berniat untuk berbohong selamanya
Mengingkar dan mendusta untuk selamanya
Dengan tujuan yang tak lain agar kau semakin membenciku
Dikala melihatku
Menengokiku
Memandangku
Dikala dirimu semakin larut akan rasa benci yang mengap-ngap keluar dari ucap kata
Semakin ingin pergi dariku
Dan tak akan pernah bertemu selamanya
Selasa, 08 Desember 2009
MY POEM
Sinar wajahnya seakan berkata kaulah yang ku cinta
Namun bukan yang seperti itu termaksud ungkap titahnya
sesaat ucapnya "selalu" bahkan "selamanya"
Tak ada cinta tanpa niat memiliki
Hingga kurasakan ingin cintanya seutuhnya
Kebutuhan hati dalam tingkatan primer
Memaksa cinta menduduki tingkat pertama
Dan terasa amat nyata ketika ku merangkai sapanya
Yang selalu menemaniku kala niat membutuhkan mulai muncul
Ku memberitahukan bahwa cintaku sekokoh gunung
Dan bertanya "Apakah cintamu melebihi kokohnya gunung?"
Terjawab sudah ketika senyumnya telah hilang tuk selamanya
Wajahnya telah menjadi bayang abu yang beterbangan dan cintanya memang melebihi itu semua
Cintanya melebihi nyawanya
Dan kasih tulusnya tidak setara dengan diriku yang selalu menjaga cintanya itu
Kita yang bahagia dalam fana
Cinta kita yang fana
Fana akan segala rasa yang terungkap
Terungkapnya janji-janji di bawah relung purnama
Seiring dengan alur perasaan yang diingini
Senada dengan angin yang membawa jauh janji-janji itu
Sejalan dengan berjalannya waktu
Dan seperjuangan dalam menjaga cinta berliput mimpi
Hinakah aku ketika bertanya kuatkah cintamu?
Dan yang kucinta telah pergi membawa kasih cintanya terhadapku
Dan terkadang dia datang dalam mimpiku dan berbisik,
"Aku cinta padamu,dan kupertanggung jawabkan semua rasa ini.Teruntuk janjiku akan cintaku yang baka"
MY POEM
Bagai racun yang menyebar ke seluruh jiwa
Tak ada kata pemberhentian untuk menjalar ke seluruh raga
Saat ku mulai merasa mati akan rasa ku terhadap cinta lain
Dan menyadari bahwa cintaku hanya untukmu
Tak akan ada persembahan cinta lain selain untukmu
Aku percaya cinta ku ini akan pudar beriring karang yang terkikis
Aku percaya rasa ini dialiri oleh takdir Yang Kuasa
Aku percaya kau dan aku tak pernah menyesali cinta yang pernah terjalin
Aku percaya perasaanmu sama besar seperti perasaanku
Aku percaya dulu kita pernah benar_benar tak bisa menahan cinta yang menggebu
Aku percaya kita berdua pernah benar_benar mabuk akan cinta
Mencoba bertanya pada mereka…
Mengapa ini terjadi?
Kenapa mereka tak mendukung cinta dia dan aku?
Apa alasan aku tak boleh berbagi cinta dengannya yang kucinta?
Dimana letak nurani mereka yang tak pernah merasakan cinta?
Berapa tetes air mataku yang habis menyisir hari_hari?
Siapa lagi yang tak mau mengerti bahwa dia orang yang benar_benar sempurna untuk kubagi cintaku?
Bagaimana aku harus mulai menata hidup jika mereka telah melerai diriku yang sedang benar_benar mencintai?
Kapan ?
Kapan ?
mereka benar_benar mengerti kalau yang cinta aku hanya dia…
Yang aku cinta hanya dia…
Sekarang apa?
Mereka terlihat berpesta pora ketika melihat dia sejalan dengan hati yang lain…Bukan aku!!!!
MY POEM
Sekarang berubah menjadi angan yang terbang bersama angin
Yang semakin berdesir di sekujur sekitar ruang kamarku
Terdengar bisikan yang menyapa “Meraung-raunglah hei kau manusia yang diliputi rasa cinta akan cinta yang telah membunuh rasamu.Berterima kasihlah kepadaku karena mimpi indahmu kini tak akan pernah kau dapati” ucap setan malam.
Teringat akan perginya sang kekasih hati dan bisunya hati ini saat dia melangkah pergi
Menangisnya kenangan-kenangan indah akan perginya sang pemain cinta
Kisruhnya hati ini karena gelisah akan kabar burung yang akan dating
Ketertimpangan rasa yang bercampur rindunya hati ini
Ingin ku memeluknya kembali
Dicium kening olehnya kembali dan berpegan tangan yang erat kembali
Duduk tentram di bawah naungan sang dewi bulan nun sempurna
Dan mulai berpadu kasih saying bersamanya kembali
Tak terasa kini dewi malam bergelut dengan setan malam yang terselubung dalam egoisnya harapku ini.
Terdengar lagi bisikan “kau harus tetap menjaga cinta yang kokoh itu.Kau harus tetap menyayangi cintamu,mengasihi cintamu dengan air mata pengorbananmu itu.Ingat ketika kau menatapku dengan senyuman,dan saat ketika kau bersamanya” kini sang dewi berujar
Namun tetap saja rasa-rasanya semua tak akan semudah memetik bunga
Tak semudah membuang air dengan percuma
Dan tak semudah menggayungi air di sumur
Kalau-kalau diriku bernasib baik
Semua mimpi-mimpi indah itu akan selalu menemani malamku
Selamanya membuatku tersenyum ketika melihat sang dewi purnama muncul
Dan selamanya bermimpi indah dengan bersandang nyata
Kalau-kalau bernasib buruk
Semuanya akan menjadi mimpi buruk di tiap malamku
Seakan semua mimpi itu terus menerus tak akan menjadi nyata
Dan selamanya berteman dengan setan malam yang tertawa
MY POEM
Hinaan yang loe ucap ke guwa
Ejekan yang loe lontarin ke guwa
Ledekan yang loe ungkapin ke guwa
Guwa kaga ngarti semua..
Pernah kaga sih!loe ngaca diri loe bener-bener
Lebih buruk dari guwa!!
Lebih hina dari guwa!!
Lebih pantes diejek dari guwa!!
Inget satu hal…
Hidup guwa,
Orang yang pernah loe hina!!bakalan lebih bahagia dari loe
Pernah nyadar…
Loe semua itu lebih menyedihkan dibanding guwa
Loe semua lebih daripada hina dari guwa
Pernah nyangka kaga kalo guwa bakalan bikin puisi buat loe semua
Isi hati guwa buat loe semua
Perasaan yang guwa rasa pas lonceng batas kesabaran guwa udah melebihi
Cukup taulah!!
Kalo loe semua itu sama,kaga ada bedanya…
Pernah nyadar kalo yang loe liat cantik itu sebernya setan,iblis,jaddah,najis,haram
Yang suatu saat bias bikin loe semua ketipu
Dan buat loe semua mati rasa,dan kekubur ama pilihan loe sendiri
Guwa disini…
Nulis puisi pemberontakan ini!!denagn maksud mewakili orang-orang
Tapi lebih ke guwa mewakili cewe-cewe sih!!
Mewakili cewe-cewe yang loe bilang buruk rupa diluar sana
Mewakili cewe-cewe yang pernah loe semua maki
Cewe-cewe yang pernah dan sering loe semua siksa ama kata-kata yang gag pantes buat diucap
Cewe-cewe yang loe semua julukin jelek,
Cacat
Tonggos
Gendut
Item
Keriting
Kampungan
Norak
Gag pantes idup
Itukan yang selalu loe semua ucapin ke cewe-cewe yang menurut pandangan sial loe itu
Salah kaga sih!!
Kalo kita emang terlahir kurang??
Biar aja sih yang dapet kesempurnaan luar…
Kaga usah terlalu memuji dan bahkan memuja
Cukup guwa aja yang ngerasain mengerikannya dihina ama orang yang lebih hina
Cukup guwa yang ngerasain jadi cewe payah
Cukup guwa yang dapat julukan itu semua
Dan cukup guwa aja yang ngeliat tragisnya loe semua
Inget!!
Allah SWT itu Maha Adil
Dan Allah selalu bangga ama ciptaan_Nya
Tapi kenapa jadi loe semua yang banyak bacot??
Banyak omong,
Banyak comment,
Banyak protes,
Dan yang seharusnya kaga loe lakuin semua hal itu
Allah SWT juga tau mana orang yang harus diuji dan kaga
Dan guwa yakin Allah SWT juga lagi nguji loe dengan kesempurnaan yang loe miliki itu
Rabu, 02 Desember 2009
my favor lyric
Motivate your anger to make them all realize
Climbing the mountain,never coming down
Break into the contents,never falling down
My knee is still shaking,like I was twelve
Sneaking out the classroom,by the back door
A man railed at me twice though,but I didn’t care
Waiting is wasting for people like me
Don’t cry to live so wise
Don’t cry cause you’re so right
Don’t cry with fakes or fears
Cause you will hate yourself in the end
You say” dreams are dreams,I ain’t gonna play the fool anymore”
Take your time,baby your blood needs slowing down
Breach your soul to reach yourself before you gloom
Reflection of makes shadows of nothing
You still are blind,if you see a winding road
Cause there’s always a straight way to the point you see
MY POEM
Tentang hidup berongga senang dan pedih
Dengan titik terang merangkul mimpiku…
Menyambung doaku dan menatapi langkahku
Seorang pria yang seindah bulan purnama
Pernah menjadi belahan hatiku
Belukar sering kita lalui saat bersama
Rasa pahit dan masam mewarnai hari_hari ku dan dia
Rasa manis dan hangat menghembuskan cinta mati
Dia selalu memakai topeng ketika tersenyum
Dia selalu tersenyum ketika membuat puisi
Dia selalu membuat puisi ketika …
Ada seseorang di samping menemaninya
Ketika sikap yang lembut terasa
Kita saling mengerti dan bahagia
Sambil tersenyum kita saling bertanya
“siapakah orang yang kau suka?sesungguhnya aku mengetahui orang yang kau suka”
Dengan tatapan mengarah ke masa depan
Dengan pemikiran nantinya bagaimana
Dengan ucap kata sekuat gemerlapnya warna_warni pelangi
Hingga suatu ketika sebuah hingga berbuah
Fitnah telontar ibarat menghancurkan tawa
Gunjang hingga gunjing menyertai kisah kita
Alhasil …
Aku dan dia sudah tak seperti bunga dan kumbang
Bulan dan bintang
Malam dan sinarnya
Suatu perihal teringat ketika karma menjawab tegas
Sebelumnya aku pernah menyakiti laki_laki yang pernah sangat mencintaiku
Rasa dendam dan amarah terasa ketika ku ucap salam
Saat ini aku ingin banyak mampelajari arti hidup
Berikut arti dirimu
Yang sampai saat kusimpan dalam_dalam di hati
Dimana hanya aku dan yang kuasa mengetahui
Seberapa besar pengorbanan , cinta , yang kulakukan untuk dia
MY POEM
Karena diriku yang tak ingin melihat senyummu tanpa kehadiranku
Karena diriku yang ingin melihat dirimu sengsara dan sedih sepertiku
Aku menyadari ini semua …
Mungkin kau menyalahkan keadaan
Tapi aku menyalahkan diriku yang tak bisa menggenggam erat tanganmu,
Menjaga perasaanmu,
Dan menahan dirimu pergi bersama semuanya …
Aku ingin menggentayangi malammu …
Saat kau terlelap dalam mimpi burukmu
Pagimu …
Saat kau sibuk dengan kehidupan monoton
Siangmu …
Saat kau berpikir lelahnya hidup ini
Dan soremu …
Saat kau juga hatimu ingin lenyap dari bumi
Cium aku …
Peluk aku …
Dan menangislah untukku …
Karena aku bahagia juga senang kau meneteskan air matamu untukku
Akan kubuat jantungmu berhenti berdetak,
Saat kau katakan menyesal …
Akan kubuat wajahmu hancur berantakan,
Saat kau tampakan wajah penuh penyesalan …
Akan kubuat jiwamu berpisah dengan ragamu,
Saat kau ingin memelukku karena kau penuh dengan rasa sesal …
Akan kubuat hidupmu tak menyenangkan,
Saat kau ingin melupakan kesalahanmu padaku …
Aku hampir mati karean sikapmu
Aku hampir gila karena ulahmu
Aku hampir berputus asa karena perasaanmu
Aku hampir terjatuh karena ucapanmu
Tapi …
Itu semua tak akan pernah terjadi.
Karena diriku yang menyayangimu bagai darah juga warnanya
Bagai sebuah nama laut juga airnya
Bagai bulan juga pantulan yang diberikan matahari
MY POEM
Dengan masa depan seindah badai
Disertai kaum adam yang terlampau ego
Yang semarak membisikan cinta baru
Langit suram awan mendung
Itulah jawab dari bisikan_bisikan
Yang tak mau terluka untuk kesekian kali
Biarkan waktu mengubah diriku
Seperti yang mereka cintakan dan idamkan
Dengan hati yang busuk aku dilemma
Rasa ingin membalaskan dendam hati
Yang tak enak untuk diungkap
Namun aku juga tak mau melakukannya
Karena diriku yang telah mengalami betapa hancurnya impian ini
Ketika dicampakkan mereka
Dan aku tak ingin mereka merasakan yang sudah kurasakan
Setitik rasa dendam yang tersirat
Menorehkan dosa berkali lipat
Dengan pengampunan yang berganda
Serta teriakan hati kusebut dalam doa
Gumpalankasih bertajuk sayang
Melimpahi dirimu yang didambakabn
Sekantung ramuan cinta
Meracuni dirimu yang berselimut malam
Mimpi yang sama tersambung lurus dengan hati dan rasa
Dengan keyakinan bertabur pasti
Kebencian terungkap sumpah dengan tumbal pedihnya hati ini
Sempat tertulis dalam hari_hari
Canda tawa aku dan kau
Yang kini hanya tersisa sakit hati
Sempat ku telaah arti cinta kita
Benci,Dendam,Sakit,Kecewa,Pedih,dan Perih…
Namun tak selamanya seperti itu
Karena aku juga pernah menglami cinta yang bertajuk indah serta bahagia
MY POEM
Tertutup dengan hati senyam redam
Ingin sekali ku menangisi hari_hari
Karena melody tangis yang bersahaja
Meminta agar siapapun menolong terjeratnya hati ini dalam kegelapan
Terjangkitnya tubuh ini oleh penyakit hati
Yang membutuhkan kebaikan yang putih dan tulus
Ingin sekali ku marah akan keadaan
Karena alunan kesedihan berkata ketiadaan
Terbangnya dan perginya mereka yang kusayang dan kucinta
Terlihat sakit,…
Terdengar menggertak,…
Dan terasa memilukan,…
Hilangnya dan hancurnya bayang mereka yang terlihat suci
Menorehkan luka,…
Memukul jaman,…
Dimana aku berjalan sendiri
Tanpa dorongan dan semangat mereka
Yang membukakan mata hatiku dan merasuk hati kecilku
Lewat bisikan pahit terlampau batas
Apakah aku tak pantas untuk dikasihi
Apakah takdir selalu manjawab masam
Apakah langit memberikan mendung
Kepada diriku yang membutuhkan seseorang
Tanpa mereka aku tak bisa melihat pantulan
Sinar matahari pagi dan sinar bulan purnama
Tanpa mereka aku tak bisa mengingat
Mantapnya penuh rasa keyakinan
Tanpa mereka aku tak bisa bersorak
Mengungkap rasa sedih yang kurasa
MY POEM
Saat siang aku selalu menanti hadirmu
Saat malam aku selalu menunggu suaramu
Hingga saat lonceng berbunyi…
Teng…Teng…Teng…
Apakah semua kesedihanku telah hilang?
Berbeda dengan Cinderella,ketika lonceng berbunyi dia merasa kecewa
Namun bagiku…
Menunggu suara lonceng sama dengan berharap bertemu denganmu
Not dissappoinment but dream
Hingga suara langkah terdengar…
Tep…Tep…Tep…
Diriku berharap itu kau
Hingga diriku terjatuh…
Gubrak…
Semua mimpi hancur saat kau berubah
Berbeda dengan belle,Dia bahagia kalau ternyata orang yang dicintainya berubah menjadi seorang pangeran tampan nun baik hati
Namun bagiku…
Kau seperti monster yang dating untuk meremukan hatiku dan mencabuk anganku
Mmmm…
Aku terbangun dari hal yang kuharap mimpi
Berbeda dengan aurora,she want it REAL not dream
Karena dia selalu menantikan kedatangan pangeran yang setia menemaninya dan selalu mencintainya
Namun bagiku…
Kau selalu menganggapku budak lalu memberi mimpi buruk
MY POEM
I am run through a bend in the road go in the mountain
Memandang pohon _ pohon yang berdiri tegak …
A looked the trees a stand upright
Bunga _ bunga yang berguguran …
The flowers a falled
Di saat sore menyapaku …
In moment evening my greeting
Kabut tebal perlahan menutupi mataku …
The mist slowly provide a cover for my eyes
Sehingga aku tak bisa melihat …
Until am not can seeing
Mendengar …,
Hearing
Dan merasakan dengan pasti …
And feelin with definite
Ku berlari sendiri , Melintasi gunung …
I am run owned , rush past a mountain
Memang …
yes
Yang kulihat hanya pepohonan yang berdiri dengan
Am seeing however reforestation a stand with
kokohnya , Dan bunga yang berguguran …
upraight , and flower a fall
Namun …,
Yet …
Disana ada engkau yang selalu tersirat di hatiku …
There is you , is always knotted in my heart
Sesampainya aku disana …
There am Extend far enough
Wangi rerumputan membelenggu jiwaku …
Fragrant grasses handcuffy my soul
Tanpa berpikir , Aku langsung mencoba membaringkan
Without think , am straight make an attempt take a bearing.
tubuhku di atas rerumputan …
my body on grasses
Aku mencoba membayangi dirimu yang sudah terselam ke
I make an attempt imagination already dive in
dasar hatiku …
my heart foundation
Inikah kasih sejati ?
This is affection genuine ?
Tak peduli harus seperti apa ? Dan bagaimana dirimu …
Not what pay attention must as ? and how your self
Tak peduli 1000 tahun aku menunggumu …
Not pay attention 1000 years am wait for you
Dan sampai seperti apa rupamu …
And what pay attention must as your face
Biarkan dirimu berada dalam pelukanku …
So that your self be within my embrace
Jumat, 27 November 2009
HOLIDAY
Tak terasa matahari pagi pun ikut menyambut niatan orang tuk berkunjung ke pantai
Indah hembusan angin laut yang menerpa wajahku dengan lembut
Hangat terasa ketika gelombang air beriak-riak penuh tawa
Nikmatnya dunia bila pasir pantai tetap berwarna putih
Air laut tetap tenang tak terganggu
Kamis, 26 November 2009
MY POEM
Rasanya tak ingin ku melupakannya
Rasanya tak ingin ku berpaling dari wajah tersenyumnya
Apa hanya rasa sesaat
Apa hanya rasa sepihak
Inilah kasih tak tersampai yang butuh kesabaran tak terduga waktu
Aku akan terus menunggu kasih yang akhirnya tersampai di hati ini
Aku akan tetap menjaga kesabaran tak tercapai waktu
Lalalala...
Lililili...
Kunyanyikan ungkapan kesenangan dari sebuah kesabaran rasa ini
Jreng...
Jreng...
Kualunkan musik dari paradigma diriku saat berbaur dengan sebuah alat musik yang bernada symphony
Akankah ku masih percaya akan roman-roman kebohongan tentang cinta sejati
Akankah ku mulai bermunajat di atas kesedihan cintaku
Pernah ku mencoba tuk merakyat akan kecewanya perasaan ini
Namun ku mementingkan ego dari dalamnya cinta yang mustahil berujung
Ku relakan pandangan mata yang terpancar berpindah arah
Tapi tolong...
Aku hanya meminta sebuah alasan,bukan sejumput ataupun berjuta
Hanya satu alasan...
Mengapa kau tak mau berbaur sapa dan bertegur pandangan denganku
yang sesungguhnya ku selalu menunggu
Menunggu akhirnya kau berbaring lembut di untaian serta hamparan cintaku
MY POEM
Disaat senja mulai bersemayam di indahnya langit
Disaat nyanyian cintamu berderu di jauh isi hatiku
Disaat bulatnya purnama mulai terkikis dengan hitungan fase-fase
Disaat tumpuan hati mulai rapuh karena hancurnya rasa yang berbelit pengorbanan
Disaat roda dunia mulai berjalan tak berarah
Disaat darahku habis membanjiri hari-hariku yang parau
Disaat air mataku sudah tak berkapasitas penuh akan cintamu
Disaat sinar asamu mulai tertutup oleh pancaran mata berbintang yang lainnya
Disaat kau menjauhkan tanganmu dari kemelut masalah yang merona
Disaat cinta lain menghantam cinta yang bertahan melawan kesedihan hatiku
Disaat mendungnya langit berujung kesedihan hatiku
Disaat air mata yang tak bisa terbendung dan tertahan rapat akan penghianatan rasa
Disaat ku bercermin dan yang kulihat sisi kesengsaraan bukan kebahagiaan
Disaat sosoknya mulai pudar dan samar terlihat di mata hatiku
Disaat ku mulai bertanya akan senja,nyanyian,purnama,tumpuan,roda dunia,air mata,sinar asamu yang tak pernah ku pahami
Disaat ku ingin berharap dan dapat terlepas dari cinta yang kuanggap abadi dan setia
Disaat ku menyesali akan hilangnya komunikasi antara hati kita berdua
Disaat selintas kata menghujat jiwaku untuk menyalahkanmu bukan keadaan
Disaat rasa sesal mulai melebihi rasa bahagia
Disaat teringat perbuatannya yang tak punya hati ketika tak menghiraukan keadaanku
Disaat keonaran mulai menggalaukan hati dan jiwaku untuk membencimu selamanya
Disaat tanya-tanya mulai berbaris mengantri
Disaat ku mulai tersenyum karena telah ku jelajahi satu persatu kepingan kenangan yang tak pernah bersatu kembali
Dan disaat ku mulai berpikir bahwa diriku tak pernah berhenti mamikirkan semua...
Tentangmu,..
yang selama ini sulit tuk dihindari oleh insting rasa cintaku
Selasa, 24 November 2009
about my zodii now
LIBRA (23 September-23 Oktober)
Hindari berpikiran negatif, lebih baik urus diri Anda sendiri. Kalau menuruti emosi, akan rugi sendiri. Usaha lancar namun lakukan sesuai dengan rencana yang ada. Kesehatan baik. Keuangan meski banyak pemasukan, pengeluaran bisa tak terkendali. Asmara jangan emosional. Hari baik Kamis. Angka bahagia 6-5.
Ramalan Bintang Libra
Penuh Keraguan, Bimbang, Adil Pandai Bermuka Dua, Memiliki Naluri Yang Kuat, MempesonaBuatlah pasangan merasa tersanjung, berikan kata-kata cinta yang indah. Hal itu mungkin bisa membuat Anda dan pasangan makin mesra. Di saat yang bersamaan, Anda akan membutuhkan pengeluaran yang lumayan besar, tapi Anda harus lebih memfokuskan kondisi keuangan. Jangan pernah mendahulukan kegiatan pribadi dalam bekerja. Loyalitas Anda sedang dituntut dalam perusahaan. Luangkan waktu Anda untuk berolahraga walaupun waktu Anda terlalu sempit untuk itu. Olahraga dapat meningkatkan kondisi tubuh.Asmara: ada kesalahpahaman.Keuangan: sisihkan untuk amal.
Karier: hindari kebiasaan buruk.
Kesehatan: bersihkan karang gigi.
Pasangan Tidak Serasi : Taurus, Virgo, Scorpio, Pisces
Hari Keberuntungan : minggu
LIBRA ( 24 September – 23 Oktober )
Umum: Memulai dari nol adalah hal terpenting dalam setiap Anda melangkah. Perhatikan baik-baik apa yang bermanfaat untuk kemajuan Anda. Hati-hati, sesuatu terjadi dengan hal yang berhubungan dengan listrik.
Cinta: Bimbang akan Anda rasakan pada awal minggu ini. Antara pergi keluar atau diam di rumah sambil nonton film. Sepertinya di sini Anda dituntut menyeimbangkan pola hidup Anda.
LIBRA
Minggu ini bagaikan mendapat sumbangan energi, Anda seperti tak ada matinya. Mood Anda begitu baik sehingga selalu terlihat ceria. Dan keceriaan Anda ini membuat orang-orang di sekeliling Anda jadi ikut ceria. Walaupun demikian, ada beberapa hal yang perlu Anda berikan perhatian lebih dan keseriusan, hubungan Anda dengan seseorang yang cukup dekat. Hmm... Anda tahu siapa dia kan?
Berpasangan: Anda berdua sangat lembut dan saling mengagumi. Minggu ini akan menjadi kencan yang asyik, apalagi keceriaan dan tawa selalu mewarnai momen Anda berdua. Single: cupid sedang dekat di antara Anda dan seseorang. Sekalipun Anda masih ragu, kenapa Anda tak memberanikan diri untuk mencobanya sih? Apalagi terbersit dalam benak Anda bahwa ia adalah sosok yang cocok.Perbanyak asupan buah-buahan segar dan makanan yang segar pula. Ada baiknya Anda tak mengonsumsi makanan yang disantap beberapa saat setelah dimasak. Hindari makanan yang disimpan lama di dalam lemari pendingin.LIBRA (23 September-23 Oktober)
Akan ada sedikit perdebatan antara kamu dan seorang anggota keluarga karena perbedaan kepentingan. Cobalah untuk mengemukakan kemauanmu baik-baik dan jangan sampai menyinggung perasaannya, apalagi ia lebih tua kaan...Kesehatan: Kalau udara dingin, jangan lupa bawa baju hangat.
Keuangan: Jangan minta melulu ke orang tua.
Asmara: Biarlah masa lalu ngga menghantuimu lagi.
Kepribadian: Kamu memang agak keras kepala dan harus menemui situasi terbentur sampai bisa tersadar.
LIBRA
Peruntungan: Hari yang penuh dengan kejutan. Teruslah berinovasi dan berkreasi jangan biarkan langkah Anda terkesan monoton dan membosankan saja.
Kesehatan: Jangan takabur dulu walaupun kesehatan dirasa cukup baik untuk sat ini, karena jika tidak ada upaya untuk menjaganya maka tidak lama akan jatuh sakit juga.
Keuangan: Masalah terletak pada bagaimana Anda memanage waktu dengan benar sehingga peluang itu tidak sampai terbuang percuma.
Asmara: Hilangkan segala keluh kesah di hati yang selalu Anda ucapkan terus menerus, karena itu akan bikin hatinya menjadi jengkel saja.
libra (23 september - 23 oktober)
bisa ada pihak ketiga yang mau mengganggu anda. namun jangan curiga pada semua orang. jika ada masalah, cobalah ambil hikmahnya. keuangan masih stabil. kesehatan dalam keadaan baik. asmara tak baik membiarkan masalah berlarut-larut. hari baik kamis. angka bahagia 5-3.


